Travel lampung jual blumen Paket Umroh Bulan Maret 2016 Pengadaan Pupuk Organik
HOME ABOUT US LEGALITAS NEWS / ARTICLE SPESIAL PROMO RISET INFO EMAIL Video Panduan
Categories
Artikel 
Backlink 
Blogspot 
Facebook 
Google 
Hosting 
Instagram 
Internet 
Internet Marketing 
SEO 
Twitter 
Whatsapp 
Wordpress 
Marketing Team
Telepon
0812 - 843 - 29553
0818 - 069 - 55207
0858 - 830 - 01535
Our Office
CV. Morosakato
Jl. Damai I No. 37 Harapan Jaya, Bekasi Utara Kota Bekasi 17124
Konsultasi Internet Marketing (Gratis)
Putra Candra Buana
Telepon
0821 - 145 - 86565
Pin BB
74066D3D
Customer Service
Ponsel
0812 - 843 - 29553

Import Blogspot
Hadist Bermaaf-maafan Sebelum Ramadhan
Antara Puasa Dan Tauhid
Puasa Demi Menggapai Ridho Illahi
Warna Lidah Menandakan Adanya Penyakit
Manfaat Rebung untuk Kesehatan Tubuh Kita
10 Tips Mudik
Tips Menulis Artikel SEO Friendly
indahnya ramadhan
ASTAGA, WAJAH BUMI TIDAK BIRU LAGI
MENURUT ILMUWAN, CARA NABI MUSA BELAH LAUTAN
Gadis Ini Di Kecam banyak Orang Gara Gara Status Facebook
Pesan Salah Satu Korban Pesawat Air Asia Sebelum Jatuh
Bumi Akan Gelap Total selama 3 Hari Prediksi NASA
Manfaat Buah Apel
Hewan Qurban

ID-COP Kawal Keselamatan Anak-anak di Dunia Maya

ID-COP Kawal Keselamatan Anak-anak di Dunia Maya

Perkembangan teknologi semakin mempermudah anak-anak untuk mengakses internet. Namun sayangnya, tidak sedikit dari mereka justru menjadi korban penjahat dunia maya.

Berangkat dari keprihatan mengenai keselamatan anak Indonesia di internet, sejumlah institusi yaitu Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Yayasan Nawala, Yayasan SEJIWA, ECPAT Indonesia, Relawan TIK, dan ICT Watch, mendirikan sebuah hub bernama Indonesia Child Online Protection (ID-COP).

Forum yang berdiri sejak awal tahun ini bekerja dalam menerima laporan dan keluhan masyarakat yang berkaitan dengan child trafficking (perdagangan anak), cyber bullying(kekerasan di internet), dan online child prostitution (prostitusi anak di online).

Wakil Ketua KPAI, Maria Advianti, berharap ID-COP dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya yang mengancam anak-anak di internet, serta menguatkan pengetahuan dan pengalaman para pengambil keputusan dalam mengatasi kasus-kasus di dunia maya yang menargetkan anak-anak. 

Selain itu, katanya, kerjasama semua pihak sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah tersebut termasuk pemerintah, LSM, akademisi hingga sektor swasta dan para ahli teknis.

"Kasus pornografi dan kriminal di dunia maya yang menargetkan anak-anak sebagai korban semakin meningkat, karena itu kami merasa perlu untuk melakukan sosialisasi dengan memberikan edukasi cara mengatasi bahaya di internet," jelas Maria dalam acara Konsultasi Publik - Perlindungan Anak di Dunia Maya di Bogor, Kamis (17/9/2015).

Berdasarkan data KPAI, sejak 2011 sampai 2014, ada 932 laporan kasus pornografi dan kriminal di dunia maya yang menargetkan anak-anak sebagai korban. Jumlah itu, katanya, diprediksi akan meningkat pada tahun ini.

“Untuk data tahun ini saya belum ada, tapi kecenderungannya mengalami peningkatan setiap tahun,” sambungnya.

Keprihatinan mengenai keselamatan anak di dunia maya juga didukung dengan berbagai data lainnya. Maria pun ta